Selasa, 30 September 2014

Lirik Lagu The Nelwans - Marmut Merah Jambu

Diposting oleh Unknown di 06.37 0 komentar


(Ost. Marmut Merah Jambu)

[Chris]
Setauku cinta itu random
Tak tau kapan datang dan dengan siapa
Buktinya indah ini datang
Dengan tiba-tiba dan dia orangnya
Ku jatuh cinta tuk yang pertama

[The Nelwans]
Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu
Yang berlari di sebuah roda
Seolah berjalan jauh tapi nggak kemana-mana
Nggak tau kapan berhenti, ku jatuh cinta

[Athina]
Sering aku tersenyum sendiri
Melukis wajahmu didalam mimpi
Dan ku terbangun di pagi hari masih terasa indah
Album indexliriklagu.info
[The Nelwans]
Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu
Yang berlari di sebuah roda
Seolah berjalan jauh tapi nggak kemana
Nggak tau kapan berhenti, ku jatuh cinta

[Bianca]
Sekarang baru ku mengerti teka tekimu
Kalimat indah tak pernah ku sadari
Tulismu ku tak menyangka jatuh cinta semudah ini
Kepada sahabat baruku

[The Nelwans]
Cinta itu kayak marmut lucu warna merah jambu
Yang berlari di sebuah roda
Seolah berjalan jauh tapi nggak kemana
Nggak tau kapan berhenti, ku jatuh cinta
(ku jatuh cinta, ku jatuh cinta, ku jatuh cinta……)

Jumat, 16 Agustus 2013

Tertunda

Diposting oleh Unknown di 06.56 0 komentar
Ada yang seharusnya punah sebelum hati menjadi patah. Mungkin namanya asa. Ada yang seharusnya diberikan, tapi masih disimpan Tuhan. Mungkin namanya kesempatan. Ada yang seharusnya dihentikan, sebelum luka jadi lintasan perjalanan. Mungkin namanya perasaan. Barangkali hati terlalu cepat jatuh pada waktu yang tak tepat. Bukan objeknya yang salah, tapi mungkin kali ini aku harus mengalah. Kesempatan yang tadinya terlihat begitu jelas, kini hilang semudah melayangnya kertas.

Bukan salahmu yang mungkin seperti tak menghargai perasaan. Salahku, yang berharap hanya pada kebetulan. Bukan salahmu yang tak juga sadari keberadaan. Salahku, terlalu lama di dalam tempat persembunyian. Hingga pada akhirnya semua kata kunci membawaku pada sebuah kenyataan yang harus dijalani. Bahwa meski belum dimiliki, namun ada yang telah kauberikan kepadanya dengan sepenuh hati.
Entah kesempatan yang memang belum ada, atau aku mungkin sudah pernah melewatkannya.

Maaf atas keterlambatanku untuk menyadari sepenting itu adamu. Jeda sinyal yang terlambat keluar, mungkin telah berbekal sesal. Hingga akhirnya aku tahu, kesempatan belum ada karena seseorang lain telah masuk dan membuat hatimu mulai kesempitan. Penuh, mungkin sepenuhnya menurutmu utuh. Sedangkan aku, hilang separuh dan sisanya lumpuh.
Jika benar putaran kesempatan pernah kulewatkan, mungkin itulah definisi dari sebuah kesalahan yang mendewasakan. Aku berhenti mengetuk. Bukan karena sudah hati remuk, tapi tak ingin kulihat penghunimu mengamuk.

Barangkali akan ada kesempatan, namun tak tahu harus menunggu sampai berapa lama. Barangkali akan ada sepenggal cerita yang sedikit diubah, namun kepastiannya masih entah. Barangkali aku memang akan hidup di antara rangkaian barangkali, hanya karena belum siap untuk menghadapi. Bila nanti kesempatan memang ada, kamu tahu, akan kugunakan itu tanpa sia-sia. Sekarang, mungkin sudah cukup dengan melihatmu teramat bahagia, meski harus dengannya.

Aneh. Meski namamu masih seratus persen mengisi hati, tapi mengapa kekosongan ini tak berhenti kucicipi? Bukankah kita lahir pada kebetulan? Tapi kebetulan pulalah yang akhirnya mematikan. Bukankah kita sama-sama tahu karena sebuah pengetahuan yang disediakan? Tapi mengapa ujungnya aku merasa asing karena terlempar oleh serombongan ketidaktahuanku akanmu?
Dunia barumu yang sama sekali tak menyertakan aku. Dunia baru yang terlihat ramai saat namanya tak usai kau sebut-sebut.

Entah kebetulan memang sebenarnya ada, atau hanya aku yang sepertinya mengada-ada. Entah kisah tentang kita memang sedang dituliskan, ataukah semuanya hanya semata-mata harapan. Mungkin memang harus memberi waktu lebih bagi semesta, dengan rencananya yang selalu mengejutkan.Walau entah kejutannya akan membahagiakan, atau justru berupa tamparan pelan-pelan yang menyadarkan.
Mari tutup segala mungkin atau tidaknya. Sebab masih ada beberapa hal sederhana yang perlu disyukuri keberadaannya; kedekatan kita misalnya.

Tidak apa-apa. Aku akan menyiapkan diri, bagi yang nanti berpatenkan nama sebagai penghuni hati. Janjiku yang nomor satu, untuk berhenti cinta mungkin aku belum bisa. Karena tak semudah itu menghilangkan rasa, hanya sembuhkan hati yang sedang kucoba-coba. Selamat istirahat pelukis merah merona pada pipi, selamat bekerja dua kali lipat dari biasanya plester hati.



Rabu, 22 Mei 2013

Mewujudkan SMA Negeri 2 Metro Sebegai Sekolah Adiwiyata

Diposting oleh Unknown di 09.12 0 komentar


ADIWIYATA 




 ADIWIYATA sebuah nama yang diambil dari bahasa sansekerta yaitu ADI dan WIYATA.  ADI mempunyai makna besar,agung,ideal.Sedangkan,WIYATA mempunyai makna tempat untuk belajar. ADIWIYATA mempunyai pengertian tempat yang ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan. ADIWIYATA adalah sebuah program terhadap sekolah yang berwawasan peduli lingkungan.Program ADIWIYATA sendiri dilaksanakan pada tahun 2006.Tujuan program ADIWIYATA menciptakan kondisi sekolah lebih kondusif untuk dijadikan tempat pembelajaran.Dalam hal ini,warga sekolah turut serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ditunjukknya SMA Negeri 2 Metro dalam partisipasi lomba sekolah adiwiyata 2012 merupakan indikator bahwa sekolah sudah mengimplementasikan program kepedulian dan pelestarian lingkungan. Program yang digulirkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup ini bertujuan  mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Program ini mengajak seluruh warga sekolah agar dapat berpartisipasi melestarikan dan menjaga lingkungan hidup di sekolah dan lingkungannya. Kegiatan utamanya adalah mewujudkan kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi warga SMAN 2 Metro. 


Dengan adanya,program ADIWIYATA ini dapat membangkitkan kesadaran warga sekolah agar lebih peduli lingkungan sekitar.Bukan hanya, warga sekolah, masyarakat luas turut ikut bertanggung jawab untuk penyelamatan bumi ini. Program ADIWIYATA mempunyai kegiatan utama yang diarahkan pada sekolah agar berwawasan dan berbudaya lingkungan bagi sekolah.Dengan adanya,program ini sekolah perlu mengeluarkan kebijakan  untuk mendukung kegiatan-kegiatan dalam program ADIWIYATA.Agar program ini berkelanjutan warga sekolah turut bertanggung jawab untuk mendukung program ini.Sekolah perlu menciptakan sebuah kegiatan yang mendukung program ADIWIYATA dan warga sekolah perlu dilibatkan dalam aktivitas program tersebut.Tidak hanya,warga sekolah tetapi juga masyarakat luas untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan yang mendukung program ADIWIYATA dapat memberikan manfaat baik untuk warga sekolah,masyarakat luas maupun lingkungan.


 
Pembuatan Kompos

Pemenuhan Ketersediaan sarana prasarana pendukung yang ramah lingkungan seperti komposter, green hause, energi alternatif, kantin sehat  dan lain-lain yang didukung kualitas pengelolaanya akan sangat mendukung tercapainya program Adiwiyata.
Agenda Program Adiwiyata SMAN 2 Metro yang segera dilakukan adalah:


1)      Sosialisasi program kepada warga sekolah
2)      Pembentukan Tim Adiwiyata Sekolah   
3)      Analisis Kebutuhan
4)      Penyusunan Program Kerja
5)      Penguatan dukungan internal dan eksternal
6)      Implementasi program
7)      Monitoring dan evaluasi
8)      Rencana tindak lanjut ((RTL) hasil monitoring
Tentunnya untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata tidak akan dapat terlaksana dengan baik tanpa adanya kerjasama semua pihak. Untuk itu diperlukan kesadaran dan dukungan penuh semua warga SMAN 2 Metro untuk bekerja bahu membahu  mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan yang pada akhirnya tercipta  lingkungan sekolah yang bersih, sehat, indah dan nyaman. Dengan demikian suasana belajar akan menjadi lebih baik dan mampu menciptakan out put  yang berprestasi dan mampu berkompetisi ditingkat regional, nasional maupun internasional.









Pengertian Hutan Pinus

Diposting oleh Unknown di 08.26 0 komentar



Hutan pinus merupakan contoh ekosistem taiga, yang memiliki daun jarum. Hutan pinus yang ada di indonesia tepatnya di bawah kaki gunung Burangrang, yang ada di kabupaten Bandung Barat merupakan peninggalan zaman Belanda, dimana para penjajah menanam pohon tersebut agar kondisi di kaki gunung Burangrang mirip dengan tempat asalnya. Mengingat di Belanda merupakan negara beriklim sedang, dimana di daerah iklim sedang kita akan banyak menemui hutan pinus, karena merupakan tempat asli banyaknya ditemui ekosistem taiga. Daerah tersebut merupakan daerah resapan air. Secara geografis pohon pinus sebetulnya tidak cocok di tanam di daerah resapan air, hal tersebut dikarenakan hutan pinus memiliki daun jarum yang banyak memiliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.

Manfaat Pohon Pinus

Diposting oleh Unknown di 06.27 0 komentar

        Pohon pinus kegunaanya bermacam-macam, baik untuk kebutuhan perumahan maupun sebagai bahan baku industri. Dipandang dari segi hasil kita dapat melihat bahwa kayujenis ini menghasilkan manfaat ganda, selain perbaikan lingkungan, yang pertama kayunya dan kedua getahnya.
Kayu Pinus
Samingan (1980) dalam Yana Rahyana (1996) menerangkan bahwa sifat-sifat kayu pinus adalah kayunya termasuk kayu ringan sedang berat jenis antara 0,46 – 0,70, bagian yang mendukung resin 0,95, kelas kuat II-III dan kelas awet kayu gubal 6-8 cm berwarna putih kekuning – kuningan, kayu ters berwarna lebih tua, coklat atau kemerahan, kekerasan daya kembang susut dan retak sedang, sifat pengerjaan lebih mudah patah tapi agak sulit digergaji. Batang umumnya berbentuk bulat dan lurus kulit berwarna coklat tua, kasar, berakar dalam dan menyerpih dalam kepingan panjang.
Getah Pinus
Pohon pinus memiliki kayu gubal yang didalamnya terdapat sel-sel yang merupakan gudang pati dan persediaan bahan lainnya untuk diubah menjadi persenyawaan baru dalam pembentukan sel-sel kayu dan getah. Kayu gubal merupakan pabrik getah, makin tipis kayu gubal bearti makin kecil hasil getahnya, sehingga getah yang dihasilkan berkurang. Secara garis besar, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi getah pinus antara lain:
1.       Faktor dalam (internal) antara lain jenis pohon, diameter dan kesehatan pohon.
2.       Faktor luar (lingkungan) antara lain jarak tanam, cuaca dan kesuburan tanah.
3.       Faktor perlakuan (manusia ) antara lain, bentuk luka sadapan, arah (letak) luka sadapan dan upaya stimulasi.
Aliran getah pinus dipengaruhi oleh tiga kondisi penting yaitu :
1.       Mekanisme pertahan fisiololigis yaitu terjadi peningkatan tekanan turgor yang sangat cepat sehingga jaringan epitel mengembang dan akan menyumbat saluran. Ini terjadi pada bagian yang jauh dari luka, dimana jaringan masih hidup dan diikuti oleh pengeluaran getah yang sangat aktif.
2.       Pengemulsiaan getah didalam ari yang terdapat pada cytoplasma sel, pergerakan serta pengelurannya melalui membran sel epitel ke dalam saluran damar.
3.     Total dehidrasi sel serta pembalseman membran oleh getah. Pada tahap ini aliran getah akan terhenti.


Selasa, 21 Mei 2013

Hutan Pinus Contoh Ekosistem Taiga

Diposting oleh Unknown di 08.41 0 komentar


Hutan pinus merupakan contoh ekosistem taiga, yang memiliki daun jarum. Hutan pinus yang ada di indonesia tepatnya di bawah kaki gunung Burangrang, yang ada di kabupaten Bandung Barat merupakan peninggalan zaman Belanda, dimana para penjajah menanam pohon tersebut agar kondisi di kaki gunung Burangrang mirip dengan tempat asalnya. Mengingat di Belanda merupakan negara beriklim sedang, dimana di daerah iklim sedang kita akan banyak menemui hutan pinus, karena merupakan tempat asli banyaknya ditemui ekosistem taiga. Daerah tersebut merupakan daerah resapan air. Secara geografis pohon pinus sebetulnya tidak cocok di tanam di daerah resapan air, hal tersebut dikarenakan hutan pinus memiliki daun jarum yang banyak memiliki stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.
 Kemudian daun yang jatuh kebawah tanah, karena bentuknya yang seperti jarum akan sulit terlapuk, dan menyebabkan air hujan sulita masuk kedalam tanah. Sehingga banyak air yang diuapkan oleh pohon pinus, sementara air akan sulit masuk kedalam tanah. Sehingga cadangan air tanah akan menipis dan pada musim kering daerah sekitar hutan pinus dapat mengalami kekeringan.



 Foto 1 Kerapatan Hutan Pinus di Kaki Gunung Burangrang
Lokasi kaki Gunung Burangrang
Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 09.40 WIB  

Kemudian daun yang jatuh kebawah tanah, karena bentuknya yang seperti jarum akan sulit terlapuk, dan menyebabkan air hujan sulita masuk kedalam tanah. Sehingga banyak air yang diuapkan oleh pohon pinus, sementara air akan sulit masuk kedalam tanah. Sehingga cadangan air tanah akan menipis dan pada musim kering daerah sekitar hutan pinus dapat mengalami kekeringan.



 Foto 2 Daun  Berbentuk Jarum Menyebabkan Cahaya Matahari Sampai ke Permukaan Tanah
Lokasi kaki Gunung Burangrang
Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 10.10 WIB

Namun di sisi lain pinus pinus menghasilkan hal lain yang bermanfaat dan bernilai tinggi. Ranting yang berjatuhan dijadikan kayu bakar oleh masyarakat sekitar, mengingat banyak sekali ranting yang dapat kita temukan di kawasan hutan pinus tersebut. Kemudian getah dari pohon pinus diambil untuk dimanfaatkan menjadi berbagai macam olahan seperti kosmetik dan lain sebagainya. Kemudian menjadi tujuan wisata yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. 




 Foto 3 Buah Pinus yang Dapat Dimanfaatkan Menjadi Aneka Kerajinan
Lokasi kaki Gunung Burangrang
Diambil 7 Oktober 2012 Pukul 10.40 WIB  

  Berikut dokumentasi lain dari Hutan Pinus yang merupakan contoh ekosistem Taiga yang ada di Kaki Gunung Burangrang

Sumber: http://geografiupi2010.blogspot.com/2012/11/hutan-pinus-contoh-ekosistem-taiga.html




Minggu, 19 Mei 2013

Usaha, Cara dan Metode Pelestarian Hutan

Diposting oleh Unknown di 15.27 0 komentar


          Sumber masalah kerusakan lingkungan terjadi sebagai akibat dilampauinya daya dukung lingkungan, yaitu tekanan penduduk terhadap lahan yang berlebihan. Kerusakan klingkungan hanyalah akibat atau gejala saja , karena itu penanggulangan kerusakan lingkungan itu sendiri hanyalah merupakan penanggulangan yang sistematis, yaitu penanggulangannya harus dilakukan lebih mendasar yang berarti menanggulangi penyebab dari kerusakan lingkungan. Karena itu sebab keruskan lingkungan yang berupa tekanan penduduk terhadap sumber daya alam yang berlebih harus ditangani.
 
Usaha, cara, dan metode pelestarian hutan dapat dilakukan dengan mencegah perladangan berpindah yang tidak menggunakan kaidah pelestarian hutan , waspada dan hati- hati terhadap api dan reboisasi lahan gundul serta tebang pilih tanam kembali (Organisasi Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia, 2006).
Perladangan berpindah sering dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di pedesaan. Pengaruhnya terhadap pelestarian hutan tidak akan besar karena mereka dalam melakukan kegiatan pada lahan yang tidak terlalu luas. Cara yang mereka gunakan biasanya masih tradisional dan usaha taninya bersifat subsisten dan mereka tidak menetap . Namun untuk perladangan yang luas perlu dilakukan usaha tani yang memenuhi kaidah-kaidah pelestarian hutan dan harus ada pencagahan perladangan berpindah.
 
Seringnya terjadi pembakaran hutan pada lahan-lahan perkebunan yang besar memberikan dampak yang buruk pada hutan disekitarnya. Oleh sebab itu perlu dihindari pembukaan lahan baru dengan cara pembakaran hutan. Kebakaran hutan juga dapat terjadi bila tidak hati-hati terhadap api, membuang sisa rokok yang tidak pada tempatnya akan dapat menjadi sumber api, embakar sampah atau sisa tanaman yang ada di ladang tanpa pengawasan dan penjagaan juga dapat menjadi sumber kebakaran.
 
Biaya yang dikeluarkan untuk reboisasi dan penghijauan sudah sangat besar namun hasilnya tidak menggembirakan , banyak pohon yang ditanam untuk penghijauan dan reboisasi dimatikan lagi oleh penduduk karena perpindahan ladang dan pembukaan lahan baru, untuk itu salah satu cara yang dapat dilakukan untuk reboisasi adalah dengan sistem tumpang sari, dalam sistem ini peladang diperbolehkan menanam tanaman pangan diantara larikan pohon dengan perjanjian petani memelihara pohon hutan yang ditanam dan setelah kira-kira lima tahun waktu pohon sudah besar petani harus pindah, namun dalam kenyataan petani banyak tidak memelihara pohon atau bahkan mematikan pohon tersebut karena dianggap mengganggu tanaman usaha taninya sehingga tidak jarang mereka menetap di tempat tersebut.
Kegagalan penghijauan dan reboisasi dapat dimengerti, karena penghijauan dan reboisasi itu pada hakikatnya menurunkan daya dukung lingkungan. Dalam hal penghijauan, pohon ditanam dalam lahan petani yang digarap, pohon itu mengambil ruas tertentu sehingga jumlah luas lahan yang tersedia untuk tanaman petani berkurang. Lagipula pohon itu akan menaungi tanaman pertanian dan akan mengurangi hasil. Oleh sebab itu, petani akan mematikan pohon atau memangkas pohon tersebut untuk mengurangi naungan dan mendapatkan kayu bakar.
 
Reboisasi mempunyai efek yang serupa seperti penghijauan yaitu, mengurangi luas lahan yang dapat ditanami oleh petani dan pengurangan produksi oleh naungan pohon. Jadi jelas dari segi ekologi manusia penghijauan dan reboisasi sukar untuk berhasil selama usaha itu mempunyai efek menurunkan daya dukung lingkungan dan menghilangkan atau mengurangi sumber pencaharian penduduk.

Sumber: http://kumpulan-makalah-dan-artikel.blogspot.com/2013/01/Makalah-Tentang-Pelestarian-Hutan.html
 

 

@itaaRKS 'Blog Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos